Alasan Steve Jobs "CEO Perusahaan Apple" Mengundurkan Diri

Alasan Steve Jobs "CEO Perusahaan Apple" Mengundurkan Diri

Perjalanan Steve Jobs dan Apple

 

1

Nama Steve Jobs memang identik dengan Apple. Kehadirannya seperti ruh bagi perusahaan yang telah menghasilkan produk-produk digital inovatif yang mengguncang pasar. Tengoklah Mac, iPod, iPhone, dan iPad. Apple tanpa Steve Jobs mungkin "sayur tanpa garam". Dialah yang disebut-sebut sebagai tokoh di balik rancangan produk-produk inovatif Apple tersebut.

Jobs juga selalu hadir di garda depan setiap kali Apple merilis produk-produk barunya. Kharismanya di panggung selalu menarik perhatian dunia meski selalu hadir dengan gaya pakaian yang sama yakni baju atau kaus panjang warna hitam dan celana jeans.

Tak cuma inventor, Jobs juga seorang marketer sejati. Di bawah kepemimpinannya, Apple dengan percaya diri melakukan terobosan yang mendikte pasar. Dia pula yang berhasil membangkitkan kembali Apple setelah sempat mengalami kemunduran.

Seperti apa sepak terjang Steve Jobs di Apple? Berikut ringkasan perjalanan Jobs dan Apple!

1955 Stephen Paul Jobs dilahirkan.

24 Februari 1972 Jobs kuliah di Reed Coolege, Oregon, namun drop out. Ia hanya menyelesaikan satu semester.

1974 Jobs bekerja di produsen video game Atari dan mendirikan Homegrew Computer Club dengan Steve Wozniak, sahabatnya di SMA yang beberapa tahun lebih tua.

1976 Jobs mendirikan Apple Computer bersama Steve Wozniak saat April Mop setelah berhasil mengembangkan sirkuit komputer di sebuah garasi. Produk pertama Apple Computer I dijual dengan harga 666,66 dollar AS.

1977 Apple Inc resmi terbentuk dengan menarik dana sejumlah investor. Apple II yang merupakan komputer pertama dengan layar grafis dirilis. Sejak itu penjualan Apple meroket hingga 1 juta dollar AS per tahun.

1980 Apple jual saham perdana ke publik dan meraih suntikan dana segar 110 juta dollar AS, nilai IPO (initial public offering) terbesar saat itu.

1984 Komputer Macintosh pertama dijual ke publik.

1985 Jobs dan Wozniak keluar dari Apple setelah beda pendapat dengan direksi lainnya.

1986 Jobs mendirikan Next Inc yang memproduksi komputer kinerja tinggi untuk universitas. Ia juga membeli Pixar dari produser Star Wars, George Lucas sebesar 10 juta dollar AS.

1991 Apple dan IBM mengumumkan kerja sama pengembangan prosesor dan software untuk komputer portable PowerBook pertama cikal bakal notebook.

1993 Apple merilis Newton, komputer handheld pertama dengan pena. Apple merugi.

1994 Apple memperkenalkan Power Macintosh yg berbasis prosesor PowerPC buatan IBM dan Motorola. Apple juga menawarkan lisensi software Mac ke pihak lain untuk membuat kloningnya.

1995 Kloning pertama Mac, Microsoft Windows 95 keluar di pasaran.

1996 Apple membeli Next senilai 430 juta dollar AS.

1997 Steve Jobs duduk sebagai advisor Apple dan secara de facto menjadi pimpinan di sana. Lisensi Mac dihentikan.

1998 Apple memperkenalkan iMac. Produksi Newton dihentikan.

2000 Jobs secara resmi kembali menjadi CEO Apple.

2001 Apple memperkenalkan iPod dan software Mac OSX yang berbasis software Next.

2003 Apple meluncurkan iTunes yang berisi 200.000 lagu seharga 0,99 dollar AS. Apple sukses menjual 1 juta lagu dalam waktu seminggu.

2004 Jobs menjalani operasi penyakit langka kanker pankreas. Apple sempat menutup-nutupi kondisi kesehatannya sebelum akhirnya terungkap ke publik.

2005 iPod Nano dan iPod yang bisa menjalankan video dirilis. Apple mengumumkan akan menggunakan prosesor Intel pada produk selanjutnya.

2006 Pixar dibeli Disney sebesar 7,4 miliar dollar AS. Jobs tetap menjadi pemegang saham terbesar.

2007 Apple merilis smartphone pertama iPhone.

2010 Apple merilis tablet iPad.

Sumber: FOX

 

Inilah Surat Pengunduran Diri Steve Jobs

Kabar mundurnya Steve Jobs dari posisinya sebagai CEO Apple, Rabu (24/8/2011) kemarin, cukup mengejutkan. Cara Jobs mengundurkan diri menunjukkan pribadinya sebagai seorang pemimpin dan inovator. Ia menyerahkan surat pengunduran diri dan mengatakan dengan rendah hati bahwa hari paling bersinar dan paling inovatif dalam sejarah Apple telah menanti.

Berikut surat pengunduran dirinya, seperti dikutip dari PCMag:

Kepada Board Director dan Komunitas Apple,

Saya selalu berkata, jika ada hari di mana saya tidak dapat lagi memenuhi tanggung jawab dan ekspektasi sebagai CEO Apple, saya akan menjadi orang pertama yang mengatakan hal tersebut. Sayangnya, hari itu telah tiba. Saya dengan ini mengundurkan diri sebagai CEO Apple.

Saya akan berperan, jika Board Director merasa pas, sebagai Chairman of the Board, direktur dan para pekerja di Apple. Selama rencana sukses saya berjalan, saya merekomendasikan secara kuat untuk mengeksekusi rencana sukses kita dan menunjuk Tim Cook sebagai CEO Apple.

Saya percaya bahwa hari paling bersinar dan paling inovatif Apple telah menanti. Dan, saya berharap bisa melihat dan berkontribusi pada kesuksesan itu dengan peran baru. Saya telah menjalin persahabatan di Apple dalam hidup saya, dan saya berterima kasih atas kesempatan bekerja bertahun-tahun dengan Anda.

Alasan mundurnya Steve Jobs diduga karena faktor kesehatan. Meski demikian, belum jelas status kesehatan Jobs saat ini. Beberapa analis mengatakan bahwa ketokohan Steve Jobs sulit digantikan.

"Bahkan pada hari-hari di mana ia makin melemah, ia sakit bertahun-tahun, persona dan karismanya tetap magnetis. Ia memiliki berita yang menyenangkan dan mengomunikasikannya dengan cara yang bagus. Ia adalah industry's last true showman," kata Lance Ullanof, mantan Chief Executive Apple.

Beberapa analis menganggap bahwa ketokohan Jobs inilah yang sulit ditandingi oleh Tim Cook. Namun, analis lain percaya bahwa Cook adalah orang yang tepat untuk menggantikan Jobs.

 

Tim Cook Sudah Siap Gantikan Steve Jobs

 

1

CEO Apple Steve Jobs memutuskan mundur dari jabatannya, Rabu (24/8/2011). Dengan mundurnya Jobs, Tim Cook yang selama ini dikenal sebagai "pria operasional" atau COO Apple siap menggantikan posisi Jobs. Ia harus bisa mempertahankan posisi Apple sebagai pemimpin pasar dan pemimpin dalam inovasi. Sejumlah analis bertanya, mampukah Cook menggantikan tugas Jobs?

Tidak hanya sebagai orang yang menjalankan Apple, tetapi sebagai sumber inspirasi bagi pekerja dan sumber kreativitas sehingga bisa membantu Apple tetap bertahan. Banyak analis yang tidak meragukan kemampuan Cook dalam memimpin perusahaan dari hari ke hari, mengurus supply chain, service, dan support.

Tetapi, banyak pula yang kurang yakin terhadap kemampuannya menjadi inspirator dan tokoh bagi karyawan serta kreativitas untuk mempertahankan Apple di masa depan.

"Steve Jobs selalu menjadi orang visioner di Apple. Tim Cook adalah pria operasional dan dia bagus. Masalah mungkin akan muncul beberapa tahun ke depan ketika perusahaan harus melihat apa yang tak bisa dilihat sekarang," kata Roger Kay, President Endpoint Technology Associate.

Namun, beberapa analis lain memandang positif jika Cook menjadi CEO Apple. Michael Gartenberg, analis dari Gartner, misalnya, mengatakan bahwa Cook adalah orang yang tepat untuk menggantikan Jobs.

"Anda butuh orang di posisi kemudi untuk melanjutkan operasi," katanya.

Steve Jobs sendiri mendukung majunya Cook sebagai CEO. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyatakan dengan jelas bahwa Cook adalah pilihan pertama dan telah direkomendasikan sebagai CEO pada Board Director Apple. Selama ini, Cook memang telah menggantikan jika Jobs absen, termasuk dari periode Januari hingga saat ini.

Ia telah bergabung dengan Apple sejak tahun 1998, dan kini menangani supply chain, service, support, dan urusan keseharian lainnya. Sebagai COO, Cook bukan berarti tanpa inovasi. Ia adalah salah satu pemrakarsa Apple Store yang kini terbilang sukses. Nah, mampukah ia berinovasi nanti untuk mempertahankan posisi Apple sebagai pemimpin pasar?

Sumber :
 

Bagaimana Nasib Apple di Tangan Cook?

 

Bagaimana nasib Apple tanpa Steve Jobs? Pertanyaan ini sudah muncul beberapa tahun terakhir karena kondisi kesehatan Jobs yang kian menurun. Namun, seiring dengan pengunduran diri Jobs, Rabu (24/8/2011), pertanyaan itu benar-benar menjadi nyata dan membuat banyak orang tidak mampu membayangkannya.

Namun, Apple secara resmi telah menunjuk Tim Cook sebagai CEO, sesuai rekomendasi Jobs dalam surat resign-nya. Beberapa analis menganggap bahwa keputusan naiknya Cook adalah tepat. Meskipun, ada pula yang menilai bahwa sosok Cook tak akan sekuat Jobs. Secara umum, apa yang bisa diharapkan dari Cook?

Cook telah menjadi Vice President Apple sejak 1995, COO sejak 2005 dan menjalankan fungsi Jobs sebagai CEO selama beberapa kali absen. Jobs memercayainya dan ia pun berperan dalam mengembangakan poses produksi Apple dan meningkatkan inventroty dan margin keuntungan.

Cook telah menggantikan fungsi Jobs sebagai CEO selama 6 bulan, tepatnya sejak Januari lalu. Dalam kurun waktu tersebut, beberapa prestasi telah dicapai, mulai meningkatkan cash dari 60 miliar dollar AS menjadi 76 miliar dollar AS. Angka ini secara temporer menjadikan Apple sebagai perusahaan paling menguntungkan, serta mengenalkan iPad baru dan mendominasi pasar tablet serta membuka retailer baru, Apple Store di Cina.

Dalam jangka pendek, bisnis Apple dipastikan tetap baik-baik saja. Akan tetap ada iPhone baru yang diperkenalkan beberapa bulan ke depan. Di awal tahun depan, akan diperkenalkan iPad 3. Kemudian, beberapa tahun lagi mungkin ada refresh dari produk Macbook, iPod dan juga mungkin Apple TV.

Kemunduran Jobs tak sedemikian menakutkan. Satu hal yang berubah mungkin daya tarik saat peluncuran produk. Selama ini, Jobs selalu menyempatkan diri saat peluncuran produk, termasuk menjadi host alias MC. Di bawah Cook, bisa dipastikan magnet peluncuran produk dan mungkin Cook tak akan menjadi MC sekaligus.

Cook mungkin tak bisa menandingi ketokohan Jobs. Sementara dalam jangka panjang, masa depan Apple kurang bisa diprediksikan. Jobs terkenal sebagai kreator, namun Cook setidaknya di mata publik belum membuktikan kapabilitasnya dalam kreasi. Namun, mungkin ini juga tak terlalu mengkhawatirkan sebab masih ada Senior Vice President, Jonathan Ive, yang berperan dalam desain produk.

Secara umum, jika ditanya apakah Cook mampu memimpin operasional Apple dari hari ke hari, jawabannya pasti "Ya". Namun, jika ditanya apakah Cook bisa menjembatani liberal arts dan teknologi, jawabannya mungkin, "Tidak". Meski demikian, Jobs nantinya masih berperan sebagai Chairman, jadi selama ia mau, ia pun bisa berperan dalam segala hal di Apple.

Sumber : Bloomberg Businessweek

 

references: PCWorld.com,Bloomberg Businessweek,Fox,kompas.com 

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 26 Agustus 11 - 06:29 WIB
Dalam Kategori : APPLE, CEO, STEVE JOBS, APPLE COMPANY INFO UPDATES, APPLE NEW CEO, TIM COOK
Dibaca sebanyak : 3130 Kali
Rating : 1 Bagus, 0 Jelek
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback

My Social-Net Accounts, You can Follow.. mungkin suatu hari nanti kita berjodoh (‾⌣‾)♉
ADS & Sponsor
Posting Terbaru Lainnya
Last Visitors
TRANSLATOR
Pengenalan
Kategori
Alexa Rank