Inilah Alasan Mengapa Lagu-Lagu ADELE Sukses Di Pasaran

Inilah Alasan Mengapa Lagu-Lagu ADELE Sukses Di Pasaran
VANCOUVER -Album kedua penyanyi asal Inggris Adele bertajuk "21" menjadi yang terbaik dalam penghargaan Grammy 2012. Bagaimana album yang seluruh tembangnya menyuarakan kegalauan hati ini bisa mendulang kesuksesan? Ahli psikologi memiliki jawabannya.

Dua puluh tahun lalu, psikolog asal Inggris, Joh Sloboda melakukan eskperimen sederhana. Ia meminta pecinta musik menunjukkan syair lagu yang membuat orang merinding atau meneteskan air mata. Sebuah pola cepat teridentifikasi oleh Sloboda: dari 20 syair pengundang air mata, 18 di antaranya merupakan ornamen musik yang disebut "appoggiatura".

Appogiatura pada prinsipnya adalah nada yang ditabrakkan dengan melodi sehingga menciptakan ketidakselarasan. "Nada ini membangun ketegangan kepada pendengar," ujar ahli psikologi dari University of British Columbia Martin Guhn.

Saat harmoni terinterupsi, batin pendengar terasa seolah didekap rasa dingin. Appogiatura yang dibuat susul-menyusul menciptakan rasa tegang dan lega datang silih berganti. Hal ini menciptakan kemelut perasaan, memicu reaksi kuat, saat itulah air mata menetes.

Tembang Adele berjudul "Someone Like You" menggunakan ornamen appoggiatura, meniru teori Sloboda. Untuk memperkuat suasana, Adele memainkan suara ketika nada panjang dimainkan pada chorus, diikuti dengan munculnya harmoni baru.

Bait chorus "Nevermind I find someone like you.." pada lagu didendangkan dengan menaikkan nada hingga satu oktaf, dibingkai dengan penguatan volume suara. Harmoni digeser, lalu ditutup dengan bait dramatis "Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead".

Saat pola musik melenceng dari pola yang telah dibangun, terjadi kehancuran harmoni yang memicu timbulnya kewaspadaan sistem syaraf. Gairah yang timbul biasanya bergantung pada suasana hati: bisa sedih atau gembira.

Jika lagu "Someone Like You" menciptakan kegalauan yang sangat, kenapa pendegar tetap menyukainya? Penelitian oleh Robert Zattory dari McGill University menyebutkan bahwa musik yang menguncang emosi membuat tubuh melepaskan dopamine dari otak tengah. Hormon yang sama juga dilepaskan ketika manusia mengkonsumsi makanan, melakukan aktivitas seksual, atau mengkonsumsi narkoba. Zattory mengatakan pada kesimpulannya, semakin provokatif sebuah lagu, semakin sering pendengar mengulangnya.
 
 
source; tempo
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 16 Februari 12 - 15:03 WIB
Dalam Kategori : ADELE, INILAH ALASAN MENGAPA LAGU-LAGU ADELE SUKSES DI PASARAN
Dibaca sebanyak : 2264 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback

My Social-Net Accounts, You can Follow.. mungkin suatu hari nanti kita berjodoh (‾⌣‾)♉
ADS & Sponsor
Posting Terbaru Lainnya
Last Visitors
TRANSLATOR
Pengenalan
Kategori
Alexa Rank